Achyar juga mengatakan, bahwa relawan-relawan di daerah harus menjadikan kamera-kamera handphone yang ada ditangan kita menjadi sebuah saksi untuk merekam kecurangan-kecurangan yang terjadi.
“Sebagai pendukung Ganjar-Mahfud mungkin kita hanya bisa menjadikan kamera di Handphone kita sebagai sebuah senjata untuk meliput dan merekam fenomena-fenomena kecurangan Pemilu 2024 karena memang kecenderungan kecurangan pemilu terjadi karena kita sebagai pemilih abai terhadap proses penyelenggaraan pemilu itu sendiri, sehingga kita harus peduli dengan menjadikan Handphone di gemgaman tangan kita sebagai salah satu alat untuk menjemput keadilan dan memastika Ganjar-Mahfud menang dalam Pemilu 2024,” terang Achyar Al Rasyid.
Achyar Al Rasyid menambahkan, bahwa terlepas dari sebuah percakapan yang dianggap hoaks oleh orang-orang yang diduga dalam percapakan tersebut namun ini isu penggunaan dana desa untuk memenangkan salah satu calon presiden-wakil presiden harus menjadi sebuah perhatian khusus dari para penegak hukum kita khususnya Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK).
"Civil society bisa turut terlibat dalam pengawalan proses pemilu ini, bagi kami selaku TPN, yang penting dan utama adalah pemilu yang jujur, adil, rahasia, dan tanpa kecurangan, sehingga nilai-nilai kebenaran universal dapat terus hidup dalam kehidupan masyarakat Indonesia," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.