JAKARTA - Andi Djemma, seorang tokoh Pahlawan Nasional dan raja (datu) Kerajaan Luwu, dikenal di masyarakat Luwu dan Sulawesi Selatan sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia. Lahir pada 23 Februari 1901 di Palopo, Sulawesi Selatan, Andi Djemma adalah putra dari Andi Kambo, raja Kerajaan Luwu.
Meskipun berasal dari keluarga kerajaan dan mendapat pendidikan formal di Inlandsche School, Andi Djemma memilih mengorbankan kenyamanan hidupnya untuk berjuang melawan penjajahan di tanah kelahirannya. Setelah sang ayah meninggal pada 1935, nama Andi Djemma masuk dalam daftar calon pengganti raja Luwu.
Melalui proses seleksi Dewan Adat yang melibatkan Ade Sappulu Dua, Andi Djemma akhirnya ditetapkan sebagai Datu Luwu oleh Pemerintah Belanda, sebagaimana menukil dari sindonews.
Andi Djemma aktif dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada 19 Agustus 1945, ia mendapat kabar tentang Proklamasi Kemerdekaan dari anaknya, Andi Ahmad, dan segera menyebarkannya di tengah masyarakat. Ia turut mendirikan organisasi Soekarno Muda (SM), yang kemudian berganti nama menjadi Pemuda Nasional Indonesia (PNI) dan akhirnya menjadi Pemuda Republik Indonesia (PRI).
Pada 2 September 1945, di bawah pimpinan Andi Ahmad, anggota Soekarno Muda berhasil merebut senjata Jepang di Palopo. Namun, situasi menjadi tegang ketika pasukan Australia, sebagai perwakilan sekutu, tiba di Sulawesi Selatan pada November 1945.
Kesepakatan awal antara Andi Djemma dan komandan Sekutu berubah ketika Brigadir Jenderal Chilton menyatakan bahwa NICA adalah bagian dari pasukan Sekutu sehingga menciptakan ketegangan di Luwu.
Pada 21 Januari 1946, pasukan NICA/Belanda melakukan tindakan provokatif di masjid Kampung Bua, memicu kemarahan rakyat. Andi Djemma dan KH M Ramli mengirim ultimatum kepada komandan pasukan NICA, menuntut mereka segera meninggalkan Palopo. Ultimatum tidak diindahkan, dan pada 23 Januari 1946, para pemuda melancarkan serangan terhadap pasukan Belanda di Kota Palopo. Meskipun terjadi pertempuran dengan bantuan pasukan Australia, NICA berhasil menguasai Palopo.
Pada 2 Juni 1946, Andi Djemma dan keluarganya ditangkap oleh kolonial Belanda. Setelah menjalani pengasingan, Andi Djemma dibebaskan pada 2 Februari 1950. Dia meninggal pada 23 Februari 1965 dan dihormati sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah Republik Indonesia pada 8 November 2002 sebagai pengakuan atas peran pentingnya dalam perjuangan kemerdekaan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.