Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Seorang Pria Ditangkap karena Mengaku Picu Kebakaran Gedung yang Tewaskan 77 Orang

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 24 Januari 2024 |12:02 WIB
Seorang Pria Ditangkap karena Mengaku Picu Kebakaran Gedung yang Tewaskan 77 Orang
Seorang pria ditangkap karena mengaku picu kebakaran yang tewaskan 77 orang (Foto: Kahawa Tungu)
A
A
A

JOHANNESBURG – Seorang pria ditangkap karena dicurigai melakukan 77 pembunuhan setelah mengatakan kepada penyelidikan publik bahwa dialah yang menyebabkan kebakaran mematikan pada Agustus tahun lalu di sebuah gedung di Johannesburg.

Polisi mengatakan pria berusia 29 tahun itu mengaku saat memberikan bukti pada pemeriksaan.

Tahun lalu kebakaran memusnahkan gedung Usindiso di Marshalltown, tempat tinggal banyak warga miskin, yang menyebabkan 77 orang tewas dan banyak orang terluka.

Tragedi tersebut menyoroti persoalan bangunan-bangunan yang terbengkalai atau terbengkalai oleh pemiliknya di Afrika Selatan.

Juru bicara Kepolisian Afrika Selatan mengatakan tersangka, yang tidak dapat diidentifikasi, diperkirakan akan segera hadir di pengadilan.

Dia juga diperkirakan akan menghadapi dakwaan pembakaran dan 120 dakwaan percobaan pembunuhan.

Orang tersebut mengaku terlibat dalam pemicu kebakaran tragis itu saat memberikan bukti selama sesi penyelidikan.

Gedung Usindiso adalah rumah bagi ratusan orang, beberapa diantaranya merupakan masyarakat termiskin di masyarakat Afrika Selatan.

Bangunan-bangunan yang terbengkalai tersebut seringkali dibiarkan tanpa layanan dasar seperti air dan listrik atau tindakan pengamanan kebakaran dan terkadang "dibajak" atau diambil alih oleh penjahat yang mengajukan tuntutan terhadap penghuninya.

Kota Johannesburg memiliki gedung Usindiso dan pada Senin (22/1/2024), Wali Kota Kabelo Gwamanda mengatakan 188 bangunan "buruk" sedang diselidiki, dengan 134 di antaranya berada di pusat kota.

Penyelidikan publik terhadap bencana ini mengambil bukti-bukti mengenai kebakaran dan permasalahan yang lebih luas mengenai bangunan-bangunan yang tidak aman dan akan dilaporkan pada akhir tahun ini.

Tak lama setelah kebakaran, Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan hal ini merupakan "seruan untuk membangunkan" bagi Afrika Selatan dan kota Johannesburg harus mengatasi permasalahan seputar perumahan dan layanan di pusat kota Johannesburg.

Seperti diketahui, Afrika Selatan menghadapi kekurangan perumahan yang kronis, dengan perkiraan 15.000 orang diyakini kehilangan tempat tinggal di Johannesburg.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement