Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sosok Jenderal Soedirman, Pahlawan Tak Pernah Lupa Sholat di Tengah Peperangan

Arief Setyadi , Jurnalis-Rabu, 24 Januari 2024 |07:15 WIB
Sosok Jenderal Soedirman, Pahlawan Tak Pernah Lupa Sholat di Tengah Peperangan
Jenderal Soedirman (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Bukan hanya berani, Jenderal Soedirman merupakan sosok yang taat beragama. Ia selalu menjalankan sholat fardhu lima waktu mencerminkan komitmen tinggi, bahkan di tengah perang gerilya.

Jenderal Soedirman memang kader Muhammadiyah. Ia juga aktif dalam pengajian "malam Selasa" di PP Muhammadiyah Kauman dekat Masjid Besar Yogyakarta.

Lahir pada 24 Januari 1916, di Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Soedirman diangkat anak oleh asisten wedana (camat) di Rembang, R. Tjokrosunaryo, sejak bayi.

Dalam buku "Guru Bangsa: Sebuah Biografi Jenderal Soedirman" disebutkan, Jenderal Soedirman lahir dari keluarga petani kecil di Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ayahnya seorang mandor tebu pada pabrik gula di Purwokerto.

Soedirman mengenyam pendidikan formalnya dimulai dari Sekolah Taman Siswa hingga HIK (sekolah guru) Muhammadiyah di Solo, meskipun tidak berhasil menyelesaikannya. Seiring waktu, Soedirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan menjadi menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap.

Saking dikenal sebagai sosok yang taat beribadah, di museum Sasmitaloka Panglima Jenderal Besar Sudirman di Yogyakarta, terdapat sajadah tempatnya beribadah yang diletakkan di samping tempat tidurnya.

Adapun sepak terjangnya di militer, bermula sebagai dai muda yang giat berdakwah pada 1936-1942 di daerah Cilacap dan Banyumas. Pada masa itu, ia menjadi seorang dai terkenal yang dicintai masyarakat. 

Soedirman menjaga kesuciannya dengan berwudhu, bahkan jika wudhunya batal, ia akan berwudhu kembali. Saat mendengar azan, ia langsung melaksanakan sholat, termasuk saat memimpin perang gerilya, bahkan dalam kondisi sakit.

Selama perang gerilya, Soedirman memerintahkan untuk membawa kendi berisi air, yang digunakan untuk berwudhu. Ia memiliki prinsip untuk tidak pernah meninggalkan sholat, bahkan jika harus sholat dalam keadaan duduk atau berbaring. Ia juga rajin berpuasa.

Sikap prihatin Soedirman terlihat ketika menghadapi masalah. Pada masa pendudukan Jepang, ia menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas. Ia bahkan mendirikan koperasi untuk membantu rakyat dari bahaya kelaparan.

Pendidikan militernya dimulai dengan mengikuti pendidikan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor. Setelah itu, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Sikap tegasnya hampir membuatnya terbunuh oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, Soedirman terlibat dalam pertempuran melawan pasukan Jepang, merebut senjata Jepang di Banyumas, dan diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel.

Pada Konferensi TKR tanggal 2 November 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia.

Pada 18 Desember 1945, ia diberikan pangkat Jenderal oleh Presiden. Saat pasukan sekutu datang ke Indonesia, TKR terlibat dalam pertempuran dengan pasukan sekutu. Pada Desember 1945, pasukan TKR di bawah pimpinan Soedirman melibatkan diri dalam pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa, memaksa pasukan Inggris untuk mundur.

Ketika Belanda melakukan Agresi Militer II, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta, dan Soedirman, yang sakit, memimpin perang gerilya. Dengan ditandu, ia berpindah-pindah dari hutan ke hutan selama tujuh bulan, meskipun dalam keadaan sakit dan obat hampir tidak tersedia.

Pahlawan yang istimewa ini meninggal pada usia 34 tahun pada 29 Januari 1950, di Magelang, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Ia diakui sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.

Kisah Jenderal Soedirman yang gigih dalam perang, tetap taat beribadah, dan berjiwa patriotik menjadi inspirasi bagi generasi penerus Indonesia.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement