Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Depan Santri Bantul, Ganjar Sebut Pernah Ngajar Pecinta Alam hingga Kernet

Erfan Erlin , Jurnalis-Kamis, 25 Januari 2024 |14:13 WIB
 Di Depan Santri Bantul, Ganjar Sebut Pernah <i>Ngajar</i> Pecinta Alam hingga Kernet
Capres Nomor urut 3, Ganjar Pranowo di Ponpes An Nur Ngrukem (foto: MPI/Erfan)
A
A
A

BANTUL - Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Pondok Pesantren An Nur Ngrukem, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Kamis (25/1/2024). Ganjar lebih banyak bercerita tentang masa lalunya ketika kuliah dan ketika melamar Siti Atikoh yang merupakan anak seorang pengasuh pondok pesantren.

Ganjar menyampaikan soal arti perjuangan hidup. Dia mengaku hidupnya dahulu melarat dan bukan anak siapa-siapa (pejabat ataupun orang kaya). Dirinya adalah anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Oleh karenanya, dia teringat dengan Kapanewon Sewon lokasi yang dikunjunginya saat ini. Semasa kuliah, dia pernah mengajar materi tentang pecinta alam di SMA Sewon Bantul karena ingin mencari uang untuk biaya sekolah.

"Dadi kulo golek duit nggo bayar kuliah salah satunya mulang pecinta alam teng SMA Sewon. Lak celak njih (jadi saya cari duit untuk bayar kuliah salah satunya dengan mengajar pecinta alam di SMA Sewon. Deket kan?)," kata Ganjar.

Semasa kuliah dia memang hidup serba terbatas dan untuk menyambung hidup dan terus berkuliah, berbagai profesi dia jalani untuk menghasilkan uang. Ganjar mengaku tidak malu dengan profesi yang dianggap sebelah mata oleh sebagian orang.

Ganjar mengaku pernah berjualan bensin eceran, ngojek, hingga menjadi kernet. Semua itu ia lakukan agar dirinya tetap bisa berkuliah di UGM

"Hidup itu perjuangan bro. Ada tingkatannya ora mlumpat, ora instan, ora iso, kecuali koe anake sopo (tidak melompat, tidak instan, kecuali kamu anak siapa)," katanya.

Soal anak siapa yang dimaksud, Ganjar kemudian menjelaskan. Hal tersebut mengundang gelak tawa santri dan kyai yang ada saat itu.

Ganjar berpesan untuk menjadi pemimpin maka harus merasakan yang namanya berjuang dari bawah. Tidak bisa secara instan langsung menjadi pemimpin.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement