Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pertama dalam Sejarah, AS Beri Sanksi ke 4 Pemukim Israel yang Dituduh Serang Warga Palestina di Tepi Barat

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2024 |08:17 WIB
Pertama dalam Sejarah, AS Beri Sanksi ke 4 Pemukim Israel yang Dituduh Serang Warga Palestina di Tepi Barat
AS beri sanksi ke 4 pemukim Israel yang dituduh serang warga Palestina di Tepi Barat (Foto: AP)
A
A
A

NEW YORK Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menyetujui sanksi terhadap empat pemukim Israel yang dituduh menyerang warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Biden menandatangani perintah eksekutif yang luas, mengatakan kekerasan di Tepi Barat telah mencapai tingkat yang tidak dapat ditoleransi.

Sanksi tersebut menghalangi individu untuk mengakses semua properti, aset, dan sistem keuangan AS.

Perintah eksekutif baru ini berarti pemerintah AS mempunyai wewenang untuk memberikan sanksi kepada warga negara asing mana pun yang menyerang, mengintimidasi, atau menyita properti warga Palestina.

Dikutip BBC, sanksi tersebut adalah yang pertama yang dilakukan pemerintah AS, sebuah langkah langka yang menargetkan warga Israel dan terjadi ketika Biden melakukan perjalanan ke negara bagian Michigan, yang memiliki populasi Arab-Amerika yang besar dan mengkritik dukungannya terhadap Israel.

Pada Kamis (1/2/2024), seorang pejabat senior di pemerintahan Biden mengatakan presiden telah berulang kali menyampaikan kekhawatirannya kepada Israel tentang kekerasan yang dilakukan oleh pemukim.

Perintah eksekutif tersebut menetapkan dasar bagaimana AS akan menanggapi serangan lebih lanjut di Tepi Barat, dan merupakan peningkatan dibandingkan dengan pembatasan visa yang diberlakukan terhadap beberapa individu pada tahun lalu.

“Situasi di Tepi Barat khususnya tingginya tingkat kekerasan pemukim ekstremis, pemindahan paksa penduduk dan desa, serta perusakan properti telah mencapai tingkat yang tidak dapat ditoleransi dan merupakan ancaman serius terhadap perdamaian, keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut,” tulis Biden dalam suratnya kepada Kongres menjelaskan alasannya.

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan sanksi awal yang menargetkan empat orang ditujukan terhadap individu yang secara langsung melakukan kekerasan dan mereka yang berulang kali melakukan intimidasi, perusakan properti, yang mengarah pada pengusiran paksa komunitas Palestina.

Mereka mengatakan satu orang memprakarsai dan memimpin kerusuhan yang menyebabkan kematian seorang warga sipil Palestina di kota Huwara, sementara yang lain menyerang orang-orang dengan batu dan pentungan.

Mereka menambahkan bahwa perintah eksekutif tersebut bersifat “non-diskriminatif” dan berlaku bagi warga Israel dan Palestina yang mengarahkan atau mengambil bagian dalam tindakan kekerasan atau ancaman terhadap warga sipil, intimidasi, perusakan, perampasan properti, atau terorisme.

Departemen Keuangan AS menyebutkan empat warga Israel yang terkena sanksi adalah David Chai Chasdai, 29; Yinon Lewi 31; Einan Tanjil, 21; dan Shalom Zicherman 32. Tiga dari mereka tinggal di pemukiman Tepi Barat dan satu tinggal di dekat perbatasan wilayah pendudukan.

Sanksi AS ini tidak dapat diterapkan pada warga negara Amerika, yang beberapa di antaranya diduga terlibat dalam kekerasan tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller mengatakan AS yakin sanksi tersebut akan berdampak pada keempat individu tersebut dan mengharapkan Israel untuk berbuat lebih banyak untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap pemukim.

Seperti diketahui, kekerasan di Tepi Barat meningkat sejak Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada 7 Oktober.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 370 warga Palestina telah terbunuh di Tepi Barat sejak itu. Mayoritas dari mereka dibunuh oleh pasukan Israel tetapi setidaknya delapan dari mereka dibunuh oleh pemukim Israel.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement