Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nyamar Jadi Petugas Medis Bunuh 3 Pejuang Palestina, Israel Bantah Ubah RS Jadi Medan Perang

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 31 Januari 2024 |13:38 WIB
<i>Nyamar</i> Jadi Petugas Medis Bunuh 3 Pejuang Palestina, Israel Bantah Ubah RS Jadi Medan Perang
Israel bantah ubah RS jadi medan perang di Gaza (Foto: Reuters)
A
A
A

GAZA - Dalam operasi terpisah pada Selasa (30/1/2024), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berpakaian seperti warga sipil dan staf medis menyusup ke sebuah rumah sakit (RS) di kota Jenin di Tepi Barat dan membunuh tiga pria Palestina yang diklaim merencanakan erangan serius terhadap warga Israel.

Penggerebekan di rumah sakit Tepi Barat ini dibela oleh Kepala Staf Umum IDF Herzi Halevi, yang mengklaim orang-orang yang menjadi sasaran terlibat dalam sel teroris yang merencanakan serangan serius terhadap warga sipil Israel.

“Kami tidak ingin mengubah rumah sakit menjadi medan perang,” terangnya, dikutip BBC.

“Tetapi kami bahkan lebih bertekad untuk tidak membiarkan rumah sakit di Gaza, Yudea dan Samaria, Lebanon, yang berada di atas tanah atau di terowongan dan terowongan di bawah rumah sakit, menjadi sebuah tempat kan kedok terorisme, dan hal ini memungkinkan para teroris untuk menyimpan senjata, beristirahat, dan melakukan serangan,” lanjutnya.

Rekaman CCTV menunjukkan anggota unit Israel yang menyamar sebagai petugas medis dan warga sipil lainnya berjalan melalui koridor dengan senapan terangkat.

Militer Israel mengatakan orang-orang itu bersembunyi di RS Jenin, dan salah satunya akan melakukan serangan.

Kementerian Kesehatan Otoritas Palestina menuduh Israel melakukan pembantaian baru di dalam rumah sakit.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement