Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemilu 2024, Peneliti BRIN Khawatirkan Kemunduran Demokrasi

Riana Rizkia , Jurnalis-Jum'at, 09 Februari 2024 |17:43 WIB
 Pemilu 2024, Peneliti BRIN Khawatirkan Kemunduran Demokrasi
Peneliti BRIN, Siti Zuhro (foto: dok MPI)
A
A
A

JAKARTA - Peneliti Utama Politik Badan Riset dan lnovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro menyampaikan kekhawatirannya terhadap kemunduran demokrasi di Indonesia. Hal itu ia ungkap dalam acara deklarasi manifesto kebangsaan bertajuk 'Menjaga Api Demokrasi Tetap Menyala'.

"Jujur saya sangat prihatin sebagai peneliti, sebagai intelektual, dan berkecimpung di penelitian dan tentu demokrasi bagian dari mata kuliah kami sebagai sarjana ilmu sosial politik," kata Siti Zuhro di iNews Tower, Jakarta Pusat.

Awalnya, Siti Zuhro mengatakan bahwa, Pemilu diharapkan dapat menjadi cara agar era otoriter berakhir pada masa orde baru. Namun Siti Zuhro melihat, Indonesia justru mengalami kemunduran demokrasi setelah masa tersebut.

"Maka inilah mulai bangkit rakyat sebagai pemegang kedaulatan, kita memiliki semacam kebebasan berpendapat. Kali ini dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, ketika pilpresnya kita lakukan langsung, demikian juga pilkada, ceritanya begitu," ucapnya.

"Realitasnya, yang terjadi rakyat di-fetakompli oleh mereka, di-fetakompli, disuguhin pasangan-pasangan saja," sambungnya.

Rakyat, kata Siti Zuhro, tidak diberikan kebebasan, dan seolah-olah dipaksa untuk menyetujui keputusan para penguasa untuk menentukan siapa pemimpin selanjutnya.

"Jadi kita tidak diberikan keleluasaan,dengan masyarakat kita yang majemuk luar biasa ini, dengan sisi multipartai itu, tetap saja maunya dua pasangan calon, maunya satu putaran saja, sudah jangan diontrang antring lebih dari sekali, seolah-olah seperti itu," katanya.

"Jadi di pemilu presiden 2004 yang lalu kita punya 5 pasangan calon, lumayan, perkara ada yang kalah, itu sudah hukum alam. Tapi mulai 2014 kita tidak disuguhi lagi seperti itu, maka ini yang menjadi concern kira, keprihatinan kita, dan dalam perkembangannya kita tidak naik kelas mulu setiap pemilu, setiap pilpres endingnya itu konflik," sambungnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement