Berdasarkan keterangan keluarga, kata Bambang, Isah dalam kondisi sehat sebelum berangkat ke TPS. Namun, selama ini Isah memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi.
"Jenazah langsung dibawa ke kediaman keluarga. Selepas dzuhur tadi jenazahnya sudah dimakamkan," ucapnya.
Di tempat terpisah, yaitu di Kecamatan Samarang, seorang warga lainnya yang telah memilih pada hari pencoblosan pun dinyatakan meninggal dunia. Berbeda dengan Isah, warga Kecamatan Samarang bernama Irah (55) ini meninggal dunia di klinik usai ia mencoblos di TPS pada Rabu pagi.
Irah diketahui mencoblos di TPS 08 dekat rumahnya, Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, sekira pukul 08.00 WIB. Usai mencoblos, Irah merasa tak enak badan dan mengeluh sesak di dada.
Karena mengalami muntah, Irah pun dibawa ke salah satu klinik terdekat. Namun sayang, setibanya di klinik Irah tak sadarkan diri.
Berselang beberapa menit kemudian petugas medis menyatakan Irah meninggal dunia. Pihak keluarga pun membawa pulang jenazah Irah ke rumah duka untuk dimakamkan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.