Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aktivis 98 ke Jokowi: Kepuasan Rakyat Tidak Bisa Diset

Selvianus , Jurnalis-Kamis, 15 Februari 2024 |01:06 WIB
   Aktivis 98 ke Jokowi: Kepuasan Rakyat Tidak Bisa Diset
Podcast Gerakan Aktivis 98 (Foto: tangkapan layar)
A
A
A

JAKARTA - Aktivis 98, Azwar Furgudyama secara tegas mengatakan kalau dirinya tak ingin terjebak ke dalam tingkat kepercayaan kepuasan kinerja terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di atas 80 persen.

Pasalnya, Azwar dan sekumpulan aktivis lainnya menginginkan demokrasi berkualitas, belakangan ini menjadi sorotan publik. Ketika adanya gelombang protes dari puluhan guru besar, dosen, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah universitas menyatakan sikap prihatin terhadap kemunduran demokrasi.

"Saya tidak ingin menafikan dan terjebak pada persoalan kuantitatif itu yang kita perjuangkan adalah demokrasi berkualitas, bukan kuantitatif seberapa besar orang puas terhadap Jokowi," kata Azwar Furgudyama dalam podcast Gerakan Aktivis 98 Rabu (14/2/2024).

Menurut Azwar, demokrasi merupakan sesuatu yang tidak dapat diukur seperti tingkat kepercayaan diakhir jabatannya, Jokowi mendapatkan tingkat kepercayaan diatas 80 persen. Apalagi bansos terhadap masyarakat berulang kali dilakukan.

Namun begitu, Azwar sedikit mempertanyakan apakah tindakan itu benar-benar memperhatikan nasib masyarakat atau bersifat politik semata.

"Kerena kepuasan rakyat nggak bisa diset, kalau saya bilang bagaimana tidak masyarakat tidak puas kalau bansosnya terus berulang-ulang. Apakah secara kualitas, masyarakat Indonesia betul-betul diperhatikan nasibnya," paparnya.

Lebih lanjut, Azwar mencontohkan negara seperti Swiss dan Swedia telah mempunyai tingkat kepercayaan tinggi. Bahkan Swiss sendiri tak lagi adanya polisi maupun tentara, karena tumbuhnya tingkat kesadaran dan demokrasi tinggi disana.

"Kalau tingkat peradaban tinggi seperti Swiss, Swedia dimana orang mempunyai tingkat kesadaran begitu tinggi, bahkan di Swiss tidak ada polisi dan tentara disana kenapa ada banyak polisi, karena untuk menjaga dan mengamankan gitu loh," tutur Azwar Furgudyama.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement