IRAN - Iran sangat mahir menggunakan sistem senjata buatan dalam negeri untuk melawan musuh yang mempunyai pendanaan lebih baik, perlengkapan lebih baik, dan persenjataan lebih baik.
Institut Kebijakan Timur Dekat Washington mencatat bahwa Iran terus menginvestasikan sumber daya dalam mengembangkan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone yang lebih kuat dan memiliki jangkauan lebih jauh. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kemampuan pencegahannya dan secara bertahap memberikan tekanan psikologis dan fisik pada Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Lalu, apa saja senjata buatan Iran yang paling mematikan? Berikut 5 senjata buatan Iran yang paling mematikan melansir INF News.
1. Sistem Pertahanan Udara Sevom Khordad
Iran membangun Sevom Khordad dari awal menggunakan peralatan pertahanan yang seluruhnya buatan dalam negeri dan rudal permukaan-ke-udara (SAM) berbahan bakar padat Taer-2B buatan Iran.
Nama sistem ini diambil dari hari ketiga bulan ketiga kalender Iran, menandai pembebasan kota Khorramshahr di Iran dari tentara Irak pada tahun 1982. Sevom Khordad dilengkapi dengan radar 3D array bertahap aktif X-band.
Radar pengawasan bertahap S-band dan komputer penargetan mampu melacak 100 target secara bersamaan hingga jarak 350 kilometer dan menyerang empat di antaranya. Rudal Sevom Khordad memiliki jangkauan 200 kilometer dan mampu mencapai ketinggian 30 kilometer. Baterai Sevom Khordad dapat diintegrasikan ke dalam sistem pertahanan udara regional dan nasional, dan juga dapat mengerahkan SAM Sayyad pada jarak pendek 40-150 km dalam pertempuran dengan pesawat terbang dan drone.
2. Rudal Hipersonik Fattah-1
Iran tidak hanya meningkatkan kemampuan rudal balistik dan jelajahnya, namun juga secara aktif mengembangkan teknologi canggih yang hanya dimiliki oleh beberapa kekuatan militer terkemuka, seperti mesin aerodinamis berpendingin udara dan hipersonik.
Iran telah melakukan usaha pertamanya dalam pembuatan rudal hipersonik . Pada bulan Juni 2023, rudal hipersonik baru Fattah-1 ("Penakluk" atau "Victor") diluncurkan, dengan jangkauan 1.400 kilometer dan kecepatan maksimum Mach 13-15. Kemampuan manuver dalam penerbangan dikombinasikan dengan kecepatan tinggi memungkinkannya menghindari semua sistem antipesawat yang ada dan yang akan datang. Fattah-1 ditenagai oleh mesin bahan bakar padat dua tahap.
3. Rudal Jelajah Abu Mahdi
Abu Mahdi diluncurkan pada Agustus 2020. Merupakan rudal jelajah dengan panjang 6 meter, lebar 0,55 meter, berat 1.650 kilogram, lebar sayap 3,1 meter, dan hulu ledak seberat 410 kilogram. Abu Mahdi bertenaga turbojet Toloue buatan Iran dapat terbang dengan kecepatan subsonik sekitar 900 kilometer per jam dan memiliki jangkauan lebih dari 1.000 kilometer, hampir tiga kali lipat dari rudal jelajah generasi sebelumnya yang dimiliki angkatan laut Iran, pilihan yang jauh lebih luas. Fungsi kontrol untuk satelit, radar aktif dan pasif.
4. Mirage-10 (Mohajer-10) UAV
Selain rudal canggih, Iran juga dikenal dengan kemampuan desain drone yang terkenal di dunia, yang mengkhususkan diri dalam pengembangan dan produksi berbagai drone bertenaga roket dan turbo untuk pengintaian, serangan jarak jauh, kamikaze, dan bahkan terbang sayap .
Di antara pengembangan baru tersebut adalah Mohajer-10, drone multi-peran baru yang dirancang untuk pengawasan, serangan jarak jauh, peperangan elektronik, dan misi multi-pengawasan.
Mohajer-10 adalah drone terbaru di dunia. Keluarga drone Mohajer sudah ada sejak Perang Iran-Irak pada tahun 1980an, ketika Tentara Republik Islam dan Garda Revolusi Iran pertama kali menyadari pentingnya penggunaan drone dalam peperangan modern. jenis kelamin Empat puluh tahun kemudian, bahkan media Amerika harus dengan enggan mengakui bahwa Iran termasuk di antara lima negara drone terbesar di dunia.
5. Kendaraan Tempur Lapis Baja Sayyad
Salah satu bagian dari kemampuan lapis baja Iran yang kurang mendapat perhatian media adalah Sayyad (Hunter), kendaraan lapis baja kecil multi-peran yang diproduksi oleh Organisasi Industri Pertahanan (DIO).
Mirip dengan armada Korps Garda Revolusi Islam Iran. Korps melengkapi Sayyad dengan segala sesuatu mulai dari senapan mesin hingga peluncur roket. Filosofi desain Sayyad sepertinya adalah menciptakan kendaraan tank reaksi cepat yang lincah dan fleksibel untuk berbagai misi.
Kendaraan lapis baja dengan panjang 4,9 meter, lebar 2,2 meter, dan tinggi 2,1 meter ini dapat dilengkapi dengan mesin. senjata , perangkat putar Moharram 12,7 mm, peluncur rudal anti-tank Toophan dengan radius terbang 3,5 kilometer dan peluncur roket 77 mm dengan jangkauan 3,5 kilometer. bahan peledak atau bahan bakar termal.
Mesin diesel berkekuatan 610 tenaga kuda kendaraan ini cukup untuk melaju di jalan raya dengan kecepatan 95 kilometer per jam dan mengangkut kargo hingga 70 ton. Seperti kebanyakan tank lain yang diproduksi di Iran, Sayya dirancang untuk misi di gurun yang keras dan suhu tinggi, serta memiliki kemampuan untuk bergerak di atas air.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.