JAKARTA - Timses Ganjar-Mahfud, Islah Bahrawi mengatakan proses demokrasi lewat Pemilihan Umum (Pemilu) bisa runtuh akibat manipulatif, baik lewat money politic atau politik uang hingga kecurangan lainnya.
“Orang-orang yang akan merubuhkan bangunan demokrasi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia itu adalah orang-orang yang mengaku demokratis dan berselancar di dalam dunia demokrasi tapi dia membuntungi demokrasi secara perlahan entah lewat manipulatif. Entah lewat money politic, entah lewat kecurangan, kecurangan, kecurangan,” ungkap Islah saat Dialog Spesial Rakyat Bersuara: Hak Angket dan Simsalabim Suara, bersama Aiman Witjaksono yang disiarkan secara langsung oleh iNews TV, Selasa (27/2/20224) malam.
Islah juga mengatakan orang-orang yang bisa merubuhkan bangunan demokrasi adalah orang yang berada di dalam demokrasi. “Artinya apa? Orang yang akan merugikan bangunan demokrasi yang kita elu-elukan ini itu adalah orang-orang yang berada di dalam dunia demokrasi sendiri.”
Islah pun mengingatkan tentang praktik demokrasi di Indonesia. Dimulai dari Gibran Rakabuming Raka lolos menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres), kemudian intimidasi yang dilakukan oleh aparatur negara.
“Tapi kalau kemudian kita gelisah oleh bagaimana praktik demokrasi hari ini di Indonesia bagaimana kemudian Gibran ditetapkan menjadi cawapres, bagaimana intimidasi-intimidasi koersif yang dilakukan oleh aparatur negara karena saya rasakan sendiri,” katanya.
Lebih lanjut, Islah mengatakan bahwa kecurangan Pemilu tidak hanya terjadi di Indonesia. Dia pun menyinggung bahwa kecurangan Pemilu juga pernah terjadi di Amerika Serikat tahun 2004 lalu saat George W. Bush bertarung melawan John Kerry.
“Kecurangan ini bukan hanya di sini bahkan di Amerika juga terjadi kecurangan pada pemilu tahun 2004 misalnya ada surat suara yang berenang di lautan Florida, saya di sana waktu itu,” kata Islah.
Meskipun, kata Islah, dia tetap akan mengakui jika Prabowo Subianto menang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) dan dilantik menjadi Presiden. “Tapi kemudian ketika melihat pemilu hari ini saya bukan kader partai, Saya tidak punya kepentingan apapun. Oke kalah-kalah, kalau Prabowo dilantik dan ditetapkan sebagai Presiden He's my President. Itu pasti.”
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.