Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Soeharto Berniat Pensiun dari Presiden Sebelum Diturunkan oleh Rakyat

Cita Najma Zenitha , Jurnalis-Selasa, 12 Maret 2024 |07:03 WIB
Ketika Soeharto Berniat Pensiun dari Presiden Sebelum Diturunkan oleh Rakyat
Soeharto (Foto: AFP)
A
A
A

SOEHARTO merupakan Presiden Indonesia paling lama berkuasa; 32 tahun. Dari 1996, Soeharto membangun pemerintahan yang kuat dan otoriter. Tak ada yang berani menggoyangkan jabatannya. Hingga akhirnya gelombang protes dari yang makin membesar di 1998, membuat kekuasaannya runtuh.

Soeharto terpaksa mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 setelah didesak oleh rakyat. Era Orde Baru pun berakhir, berganti dengan reformasi dengan terbukanya pintu demokrasi dan kebebasan pers.

Sebenarnya, Soeharto sudah berniat untuk pensiun atau tidak lagi maju sebagai Presiden. Ia merasa sudah kelelahan setelah bertahun-tahun memimpin negeri.

 BACA JUGA:

Cerita itu pernah dikisahkan Emil Salim dalam buku bunga rampai "Pak Harto: Sisi-Sisi yang Terlupakan".

Emil yang sudah 20 tahun membantu Soeharto selama 20 tahun sebagai menteri pernah dipanggil ke kediaman Sang Penguasa Orde Baru itu di Jalan Cendana 8, Menteng, Jakarta Pusat.

"Ternyata, cerita yang panjang lebar itu merupakan pengantar. Inti pesannya adalah bahwa Pak Harto ingin mengabarkan bahwa saya tidak akan masuk lagi dalam kabinet berikutnya," tutur Emil Salim.

Soeharto pernah mengungkapkan keinginannya untuk pensiun sebagai Presiden. Beliau merasa kelelahan dan istri tercintanya, Ibu Tien, juga pernah meminta supaya Soeharto menanggalkan jabatan Presiden.

 BACA JUGA:

Tapi, pada Pemilu 1997, Soeharto kembali didesak oleh Golkar untuk tetap mencalonkan diri karena elektabilitasnya masih tinggi, sampei 92 persen. Akhirnya Soeharto terpilih lagi jadi Presiden.

Tapi, rakyat ternyata bersikap sebaliknya. Gelombang protes terus menguat hingga unjuk rasa di mana-mana. Desakan Soeharto mundur makin kuat di mana massa tak terkendali. Akhirnya Soeharto pun mundur, menyerahkan jabatan ke wakilnya BJ Habibie.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement