Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Istilah Post Power Syndrome yang Dipopulerkan oleh Jenderal TNI M Jusuf, Begini Penjelasannya

Farhan Muhammad Gunawan , Jurnalis-Sabtu, 23 Maret 2024 |05:00 WIB
Istilah Post Power Syndrome yang Dipopulerkan oleh Jenderal TNI M Jusuf, Begini Penjelasannya
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Post power syndrome merupakan istilah yang cukup populer bagi kalangan masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, istilah ini dipopulerkan oleh sosok Jenderal Raden Widodo, kepala Staf TNI Angkatan Darat periode 1 Januari 1978 hingga 30 April 1980.

Jenderal TNI M Jusuf yang menjabat Panglima ABRI periode 29 Maret 1978 sampai 19 Maret 1983 mendefinisikan sosok Widodo sebagai orang yang mempopulerkan istilah Post Power Syndrome.

Menurut penulis Atmadji Sumarkidjo, media massa kerap mengutip imbauan Widodo kepada para anggota TNI yang hendak pensiun agar tidak dihinggapi gejala post power syindrome. Istilah itu kemudian terus digunakan sehingga menjadi akrab di telinga masyarakat luas.

“Istilah yang diperkenalkan pertama kali oleh Jenderal Widodo itu masih populer dipergunakan sampai sekarang,” kata Atmadji dalam buku biografi setebal 458 berjudul “Jenderal M Jusuf, Panglima Para Prajurit’.

Mengutip laman resmi Kementrian Kesehatan, post power syndrome merupakan gejala yang terjadi di mana seseorang yang hidup dalam bayang-bayang kebesarannya di masa lalu seakan-akan belum mampu merelakan perubahan yang terjadi dalam dirinya.

Post power syndrome juga dapat disebut sebagai kondisi pengidapnya masih membayangkan pencapaiannya pada masa lalu dan membandingkannya dengan masa kini. Gejala ini sering kali dialami oleh pensiunan.

Mengenal Lebih dekat Raden Widodo

Raden Widodo merupakan lulusan Pendidikan Pembela Tanah Air atau Peta (Hunjin Kyoren) di Bogor. Ia pernah menjabat sebagai Pangdam VII/Diponegoro (1970-1973), Panglima Kowilhan I/Sumatera (1973-1974), Panglima Kowilhan II/Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (1974-1977). Puncak kariernya ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat atau KSAD periode 1 Januari 1978 hingga 30 Apeil 1980.

Terlahir dari keturunan ningrat, tak ada yang mengira Widodo dapat menembus jenderal bintang empat. Hal ini dikarenakan pada satu masa kariernya berjalan sangat lambat. Selama 11 tahun dari 1945 sampai 1956 ia harus menyandang pangkat kapten.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement