Mereka mengancam akan membawa Philip Mehrtens terus dalam pertempuran bersama mereka dengan risiko mati.
“Maka pilot ini kami akan bawa keliling di medan perang sampai mati sama-sama dengan kami TPNPB-OPM kodap III Ndugama-Derakma.”
Beberapa waktu lalu, lanjut Egianus, pihaknya mengaku sengaja turun di tengah-tengah masyarakat dengan dijaga ketat oleh pasukan khusus sayap Kodap III Ndugama-derakma. “Dengan tujuan menunggu negosiasi tuntutan kami,” katanya.
“Namun pemerintah pusat atau Jakarta melakukan pemboman secara brutal melalui TNI-Polri, sehingga kami menggambil alih full terhadap pilot yang kami sandera ini bersama pasukan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama-derakma.”
Dalam siaran pers tersebut, TPNPB-OPM memberi catatan khusus soal pembebasan pilot Philip Mehrtens.
“Kami tidak akan melepaskan pilot melalui siapapun, kecuali Jakarta dan Selandia Baru menjawab tuntutan kami TPNPB-OPM. Kami akan melepaskan pilot melalui negosiasi yang difasilitasi oleh pihak ketiga yaitu PBB.”
(Salman Mardira)