Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kopassus 72 Tahun, Begini Sejarah Singkat Komando Pasukan Khusus

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Rabu, 17 April 2024 |17:50 WIB
Kopassus 72 Tahun, Begini Sejarah Singkat Komando Pasukan Khusus
Prajurit Kopassus (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kini berusia 72 tahun. Pasukan khusus baret merah ini tercatat beberapa kali berganti nama dalam perjalanan satuannya.

Okezone merangkum sejarah singkat Kopassus yang diambil dari berbagai sumber. Berikut ulasannya:

Pembentukan satuan prajurit baret merah ini pertama kali terinspirasi saat TNI melawan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) pada Juli 1950.

Pimpinan angkatan perang RI kemudian segera mengerahkan pasukan untuk menumpas gerombolan itu.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Teritorium Kolonel AE Kawilarang. Sementara komandan operasinya ditunjuk Letkol Slamet Riyadi

Operasi penumpasan RMS ini memang berhasil meredam gerakan pemberontakan. Namun harus dilalui dengan korban yang tak sedikit dari pihak TNI.

Para petinggi TNI ini pun sontak melakukan kajian. Ternyata diketahui sejumlah pertempuran melawan musuh dengan kekuatan relatif kecil mampu menggagalkan serangan dari prajurit TNI.

Hal itu disebabkan karena semangat pasukan musuh yang lebih tinggi dan dengan perlengkapan yang lebih lengkap. Selain itu, taktik dan pengalaman tempur yang baik didukung kemampuan tembak yang tepat dan gerakan perorangan musuh sempat menyulitkan prajurit TNI.

Peristiwa inilah yang menginspirasi Letkol Slamet Riyadi untuk mempelopori pembentukan satuan pukul yang bisa digerakkan secara cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan pelagan bagaimana pun beratnya.

Setelah gugurnya Letkol Slamet Riyadi di salah satu pertempuran di Ambon, gagasan ini selanjutnya dilanjutkan oleh Kolonel AE Kawilarang.

Melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorium III Nomor 55/Instr/PDS/52 tanggal 16 April 1952 terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang merupakan cikal bakal korps baret merah. Sementara itu komandan pertama korps ini ditunjuk Mayor Moch Idjon Djanbi mantan Kapten KNIL yang pernah bergabung dengan Krops Speciale Troopen dan pernah bertempur dalam perang dunia kedua.

Dalam perjalanan selanjutnya, satuan ini beberapa kali mengalami perubahan nama di antaranya Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 1953, lalu Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada 1952.

Kemudian pada 1966 RPKAD berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI AD (Puspasus TNI AD). Berikutnya satuan ini kembali berubah menjadi Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha), dan pada 1985 ini berganti Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sampai sekarang.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement