Ia berkata, semua orang Jakarta baik yang gedongan maupun biasa pernah makan di Warteg. Ia menilai, jasa Warteg telah menberi makanan murah dan mudah kepada masyarakat Jakarta.
"Wong Tegal angger ana wong mangan, mangan gorengan telu ngaku siji ya tenang-tenang bae, ora rugi, ora tuna ora bangkrut dan Tegal biasa, rugi sekarang besok bangkit lagi, rugi sekarang besok jualan lagi, paribasane adol motor, adol sawah seng penting warung ora bisa tutup," ucap Muzani.
"Apa masalahnya? Karena semangat orang Tegal dengan etosnya tetap ingin memberi pelayanan kepada konsumen sebaik-baiknya," kata Muzani.
(Angkasa Yudhistira)