Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Yogie S Memet: Larang Istri Pakai Mobil Dinas hingga Lakukan Tirakat Khusus Tumpas Kahar Muzakkar

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Senin, 20 Mei 2024 |05:00 WIB
Kisah Yogie S Memet: Larang Istri Pakai Mobil Dinas hingga Lakukan Tirakat Khusus Tumpas Kahar Muzakkar
Letjen TNI (Purn) Yogie S Memet (Foto: istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Letjen TNI (Purn) Yogie S Memet merupakan mantan Danjen Kopassus yang cukup disegani selama berkarier menjadi prajurit TNI. Dia banyak menduduki posisi penting dan mentereng selama menjadi prajurit.

Pria kelahiran Cirebon pada 16 Mei 1929 itu tercatat pernah naik pangkat secara singkat hingga menjabat bintang tiga.

Pada periode 1975-1983 Yogie S Memet memimpin Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) sekarang bernama Kopassus.

Selama menjadi Danjen Kopassandha, Yogie S Memet pernah ditunjuk menjabat Pangdam Siliwangi oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jenderal TNI M Jusuf. Sehingga pangkat Yogie S Memet naik menjadi jenderal bintang dua.

Tak berselang lama, Yogie S Memet kembali ditunjuk jadi Pangkowilhan II. Pangkatnya kembali naik satu tingkat dengan tiga bintang di pundak.

Selama bertugas, Yogie S Memet dikenal karena pribadinya yang santun, sederhana, dan religius.

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengisahkan perkenalannya dengan Yogie S Memet pertama kali saat baru lulus dari latihan komando di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), Batujajar, Bandung.

Kala itu, Prabowo muda masih berpangkat Letda melakukan Korps Lapor kepada Komandan Kopassandha Brigjen TNI Yogie S Memet.

"Beliau memang religius, rajin ke masjid. Beliau jugalah yang mulai menghentikan kehidupan nakal di kalangan pasukan tempur Korps Baret Merah," tulis Prabowo dalam buku biografinya yang berjudul 'Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto'.

Yogie S Memet Sosok Sederhana yang Tak Izinkan Istri Pakai Mobil Dinas

Yogie S Memet tetap dikenal sosok sederhana. Padahal, dirinya menjabat jabatan yang sangat strategis di TNI.

Yogie S Memet bahkan tidak pernah menggunakan fasilitas kedinasan untuk urusan keluarga. Misalnya, penggunaan mobil dinas, Yogie tidak pernah mengizinkan mobil dinas digunakan untuk kepentingan istrinya.

Sikap dan tindakan inilah yang kemudian menjadi teladan bagi anak buahnya.

Yogie S Memet Lakukan Tirakat Khusus Tumpas Gerombolan Kahar Muzakkar

Di era kepimpinan Yogie S Memet saat menjadi Danyon 330/Kujang Kodam Siliwangi pernah menumpas gerombolan DI/TII Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.

Pada 17 Agustus 1964, Presiden Soekarno memberikan ultimatum kepada Kodam Hasanuddin untuk segera menangkap Kahar Muzakkar hidup atau mati.

Waktu itu, RPKAD (Kopassus) juga mendapat penugasan di bawah Yonif 330/Para Kujang pimpinan Yogie S Memet untuk membantu Kodam Hasanuddin. Setelah mendengar perintah, Yogie bertekad segera menangkap Kahar.

Yogie S Memet memiliki tirakat khusus saat hendak menangkap Kahar Muzakkar, demikian dituliskan dalam buku Jenderal M Jusuf: Panglima Para Prajurit karya Atmadji Sumarkidjo.

Saat itu Yogie S Memet berpuasa jauh-jauh hari sebelum bulan puasa (Ramadan) karena prihatin tekad mereka belum terpenuhi.

Setelah itu, operasi penangkapan sukses besar. Pasukan Yon 330/Para Kujang berhasil menemukan tempat persembunyian Kahar Muzakkar. Sebuah penggerebekan kilat dilakukan saat subuh dengan pasukan yang dikomandoi Kolonel Solichin GP (kepala staf operasi). Setelah terjadi baku tembak, Kahar Muzakkar dinyatakan tewas.

Yogie S Memet menjadi birokrat usai pensiun menjadi prajurit TNI.

Dia pernah menjadi Gubernur Jawa Barat periode 1985-1993 hingga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) era Presiden Soeharto (1993-1998). Pada akhir hayatnya, Yogie S Memet meninggal dunia di RS Advenia Bandung pada 7 Juni 2007.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement