DEPOK - Seorang siswi SD berinisial AU (12) menjadi korban bullying atau perundungan dan penganiayaan di Pancoran Mas, Kota Depok beberapa waktu lalu dan videonya viral di media sosial.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan bahwa kejadian itu berawal korban AU hendak menjadi adek-adekan atau geng dari kedua pelaku anak berurusan dengan hukum (ABH).
"Jadi kita mengetahui pertama kali kasusnya itu dari medsos. Itu ada video, ada perempuan yang dipukul. nah ternyata setelah kita dalami, ini ada chat melalui WA kepada korban untuk datang," kata Arya kepada wartawan di Mapolres Metro Depok, Rabu 5 Juni 2024.
"Jadi chatnya kurang lebih begini 'kalo mau jadi adek-adekan istilah adek angkat, harus berantem dulu'. nah terus korban tak menanggapi, didiamkan saja tapi habis terus diajak ketemu dan saat ketemu dipukuli," tambahnya.
Arya menjelaskan bahwa dulu dikenal senior-junior, tetapi sekarang dikenal sebagai 'adek-adekan'.
"Jadi ini tuh jaman dulu kayak senior junior, kalo kamu mau masuk grup, tapi sekarang bilangnya adek-adekan gitu ya, kayak 'kamu harus mengalami ini dulu' gitu, pokoknya ada basisnya. Nah basisnya ini lah yang memukuli korban," jelasnya.
Arya mengatakan bahwa korban ABH dipukuli dua pelaku hingga mengeluh sakit. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 1 Juni 2024, dan paman korban membuat laporan ke Polres Metro Depok pada Senin 3 Juni 2024.
"Setelah itu kita ambil keterangan, klarifikasi, dan kita sudah mengetahui pelakunya dan pelakunya sudah kita jemput ke sini. Hanya tinggal satu orang lagi yang belum kita dapat yaitu yang memvideokan, itu akan kita kenakan sebagai salah satu pelaku pembully-an ini," ucapnya.