Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Syekh Al Azhar: Setop Pergunakan Sebutan Minoritas!

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Rabu, 03 Juli 2024 |22:22 WIB
Syekh Al Azhar: Setop Pergunakan Sebutan Minoritas!
Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath Thayyeb/ist
A
A
A

“Penduduk diperlakukan layaknya sebagai "penyewa" tanah keluarga raja karena seluruh wilayah kekuasaan dianggap milik keluarga monarki. Hak dan kewajiban mereka bergantung kepada kemurahan hati monarki. Akibatnya cinta dan loyalitas mereka juga kepada keluarga monarki, bukan kepada tanah airnya,” pungkasnya.

Begitu pula dalam kekuasaan monarki yang mengklaim dirinya sebagai penerima mandat Tuhan, maka penduduk yang dianggap loyalis adalah mereka yang patuh sesuai keyakinan dan agamanya. Dampaknya, mereka yang patuh disebut golongan penduduk daerah yang aman. Sebaliknya mereka yang berlawanan disebut golongan penduduk daerah yang membangkang.

Dengan demikian tidak ada persamaan hak dan kewajiban antar penduduk, terkecuali hanya ada istilah mayoritas dan minoritas. Sementara kini umat manusia hidup dalam bingkai kenegaraan. Satu sama lain memiliki andil, peran dan tanggung jawab yang sama, sehingga lebih tepat digunakan istilah warganegara, dan bukan lagi disebut minoritas atau mayoritas.

Dalam kapasitas sebagai ketua Majelis Hukama al-Muslimin (Muslim Council of Elders) yang sangat aktif menyerukan interfaith dialogue, menurutnya tidak mungkin akan terjadi dialog jika masih terdapat anggapan menjadi kelompok mayoritas atau kelompok minoritas.

"Itulah perspektif Syekh Al-Azhar yang ingin menyudahi penggunaan istilah minoritas dengan tujuan untuk menciptakan hubungan yang harmonis di antara umat manusia di dunia. Gagasan itu sangat sesuai dengan visi Islam sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam semesta (rahmatan lil alamin)," pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement