Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tailing Tidak Beracun dan Tidak Berbahaya, Mil 21 PT Freeport di Timika Menjadi Pembuktian

M Budi Santosa , Jurnalis-Kamis, 15 Agustus 2024 |22:19 WIB
Tailing Tidak Beracun dan Tidak Berbahaya, Mil 21 PT Freeport di Timika Menjadi Pembuktian
Freeport tegaskan tailing tidak beracun dan berbahaya (Foto: Okezone.com/M Budi)
A
A
A

TIMIKA - Tailing sebagai material sisa tambang sering diasumsikan mengandung racun dan berbahaya. 

Namun, hal itu diluruskan oleh Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas. "Kalau ada yang bilang bahwa tailing itu beracun dan berbahaya, hingga ikan dan lainnya mati, itu tidak benar sama sekali," kata Tony Wenas di lokasi Mil 21 PT. Freeport Indonesia, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (15/8/2024)

Tony Wenas lantas menunjukkan contoh konkret di Mil 21 yang selama ini sebagai lokasi  pembuangan tailing PT. Freeport Indonesia. Lokasi ini sekarang tetap subur dan flora-fauna pun hidup dengan baik. 

Mil 21 PT. Freeport Indonesia bisa menjadi contoh karena di lokasi ini sekarang aneka tumbuhan dan buah tumbuh subur. Bahkan ada ternak ikan dan sapi. 

Dalam kesempatan yang sama Vice President (VP) Environmental PTFI Gesang Setyadi juga menjelaskan di Mil 21 ini juga ada fasilitas lainnya seperti penangkaran kupu-kupu dan juga penangkaran kura-kura untuk dilepasliarkan. Termasuk juga burung dan tumbuhan khas Papua.

Pelepasliaran kupu-kupu di area Freeport Indonesia (Foto: Okezone.com)

Rencana selanjutnya, kata Gesang, PTFI akan membangun museum tambang di Mil 21 ini. Tujuannya agar masyarakat maupun siswa/mahasiswa bisa belajar bagaimana Freeport memulai tambangnya hingga sekarang menjadi tambang bawah tanah terbesar di dunia.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement