Video yang diunggah oleh Intan sempat menuai beragam reaksi dari netizen dan menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Menyadari hal tersebut, Intan menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, dan Kabupaten Bandung.
“Untuk Desa Citeureup, saya mau minta maaf khususnya Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung atas viralnya video yang saya unggah karena sempat membuat kegaduhan untuk kita semua,” ucapnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran untuk tidak sembarangan mengunggah konten di media sosial.
Sementara itu, Kepala Desa Citeureup Entang Sudrajat membenarkan jika penyaluran telur memang diberikan lebih awal lantaran takut telur tersebut busuk jika harus dibagikan di bulan Oktober.
"Iya itu salah persepsi. Jadi telurnya didahulukan dulu, karena susunya belum siap dari grosirnya. Kenapa didahulukan, telurnya takut busuk. Karena telurnya yang sudah tersedia, takut nunggu yang lain nanti busuk,” ucap Entang saat dihubungi.
(Angkasa Yudhistira)