Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) IKA-PMII Jakarta, Fathan Subchi mengungkapkan, bahwa tema yang diangkat sangat penting dalam menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu, ia menekankan agar IKA-PMII mengkaji dan memberikan masukan kepada pemerintah.
“Lewat diskusi dengan beragam kalangan. Saya juga berharap, hasilnya akan menjadi guidance saat Munas nanti," tuturnya.
Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Krakatau Steel, Hernowo yang hadir sebagai narasumber mendorong industri baja sebagai mother of all Industries di Indonesia. Adapun Anggota Komisi VI DPR Rifqy Abdul Halim membahas kondisi dan kebijakan nasional dan global.
Ia juga membahas mengenai tantangan industri teknologi tinggi yang dihadapkan pada Artificial Intelligence (AI). Selain itu, ia menekankan perlunya dukungan terhadap hilirisasi untuk mendapat nilai tambah.
"Kita masih tergantung kepada negara maju. Semua impor bahkan tekstil 70 persen bahannya dari impor. Maka semua pihak harus mendukung pembangunan infrastruktur digital, fasilitas riset, pengembangan dan laboratorium," ujarnya.