GAZA - Militer Israel mengatakan pihaknya tengah melancarkan "serangan besar-besaran" di Jalur Gaza, sementara kementerian kesehatan yang dipimpin Hamas melaporkan bahwa setidaknya 220 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak telah tewas.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pihaknya menargetkan apa yang disebutnya sebagai "target teroris" milik Hamas.
Mahmoud Abu Wafah, wakil menteri dalam negeri di Gaza dan pejabat keamanan Hamas berpangkat tertinggi di wilayah tersebut, dilaporkan tewas dalam sebuah serangan, demikian dilansir BBC.
Ini adalah gelombang serangan udara terbesar di Gaza sejak gencatan senjata dimulai pada 19 Januari. Pembicaraan untuk memperpanjang gencatan senjata Gaza gagal mencapai kesepakatan.
Para negosiator telah berupaya mencari jalan keluar setelah fase pertama gencatan senjata sementara berakhir pada 1 Maret.
Amerika Serikat (AS) mengusulkan perpanjangan fase pertama hingga pertengahan April, termasuk pertukaran sandera yang ditahan Hamas dan tahanan Palestina yang ditahan Israel. Namun, seorang pejabat Palestina yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada BBC bahwa Israel dan Hamas tidak setuju atas aspek-aspek utama kesepakatan yang ditetapkan Witkoff dalam pembicaraan tidak langsung tersebut.