Terkait dukungan peralatan berat berupa crane dan excavator kata dia, pada prinsipnya secara teknis peralatan ini dapat mempercepat, memudahkan, dan meringankan pengangkatan material beton untuk membuka akses.
"Namun yang perlu diperhatikan bahwa pergeseran beton-beton tersebut justru dapat mengancam keselamatan jiwa survivor yang masih dimungkinkan terjebak di dalam reruntuhan," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI M. Syafeii mengatakan dari ratusan korban yang berhasil dievakuasi, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Data ini berdasarkan rekapitulasi.
"Korban berjumlah 102 orang, terdiri dari selamat 99 orang dan meninggal dunia tiga orang," kata Syafeii dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).
Syafeii menjelaskan kondisi reruntuhan bangunan berjenis pancake atau reruntuhan bangunan berupa material beton yang bertumpuk dengan celah sempit. Dengan demikian menurutnya masih ada potensi
(Fetra Hariandja)