Nyono menyebut CC PKI menugaskan Committee Jakarta Raya melancarkan perebutan kekuasaan, yang berlaku pula di tingkat daerah. Ia bahkan mengungkap adanya tiga tahap rencana operasi besar yang disebut Gerakan Ampera.
Ampera I: usaha kudeta di pusat pemerintahan.
Ampera II: pembunuhan besar-besaran terhadap tokoh-tokoh non-PKI, dengan daftar nama yang disusun di tiap daerah. Lubang-lubang tanah yang mereka sebut “kolam ikan” disiapkan sebagai tempat eksekusi.
Ampera III: pembentukan pemerintahan baru di bawah kendali penuh PKI.
Nyono sendiri mengaku ditunjuk sebagai pelaksana operasi di Jakarta. Panglima tertinggi operasi adalah DN Aidit, sementara Njoto bertugas membina orang-orang pemerintah, Sudisman mengurus pembiayaan, dan Nyono menggalang tenaga bantuan.