Selain itu, ada juga soal jual-beli karbon, yang membuka peluang ekonomi baru yang menjanjikan. Di lain hal ada juga forum ‘seller meet buyer’ yang mempertemukan antara penjual dan pembeli karbon.
Dijelaskan, yakni jika ada perusahaan atau negara yang berhasil mengurangi polusi (misalnya dengan menanam pohon atau menggunakan energi bersih) akan mendapatkan "sertifikat" atau kredit karbon. Kredit tersebut bisa dijual kepada perusahaan lain yang masih menghasilkan polusi.
Uangnya kemudian bisa digunakan untuk mendanai lebih banyak lagi proyek ramah lingkungan. Sementara Indonesia memiliki potensi besar di sini, yang diperkirakan pasar karbon bisa menghasilkan nilai ekonomi hingga USD7,7 miliar per tahun.
“Pasar karbon bukan sekadar transaksi ekonomi. Ini adalah cara kita menegakkan integritas dan membangun kepercayaan dunia,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut penting karena dapat memberikan dampak citra baik bangsa dalam menangani perubahan iklim. Selain itu, membuka lapangan kerja baru di sektor ekonomi hijau dan menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.