Aktivitas kegempaan menunjukkan adanya pergerakan fluida atau magma yang cukup aktif yang disertai adanya suplai magma. Pengukuran deformasi dengan menggunakan Tiltmeter menunjukkan terjadinya akumulasi tekanan pada sumbu X (tangensial).
Sementara itu, data Global Navigation Satellite System (GNSS) masih menunjukkan pola inflasi pada 2 stasiun WLR (Barat Laut) dan NUR (timur laut) dalam rentang waktu 2 minggu terakhir, sehingga potensi terjadinya erupsi masih ada.
“Berdasarkan data visual, kegempaan, dan deformasi, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih menunjukkan tingkat aktivitas yang relatif tinggi dan terdapat indikasi kuat adanya dorongan magma baru yang berpotensi memicu terjadinya erupsi,''ungkapnya.