Huntara tersebut dilengkapi fasilitas dua tempat tidur, satu kipas angin, dan satu lemari untuk tiap kamar. Kamar mandi umum serta dapur umum disediakan, termasuk listrik dan air bersih.
Safrizal juga berkunjung ke huntara yang dibangun BNPB di Dusun Teungoh. Di sana dibangun 23 blok huntara dengan kapasitas 114 kamar. Tidak ada dapur umum dan toilet umum, karena toilet dibangun langsung di tiap kamar.
“Bila tidak ada kendala, pembangunan huntara terakhir di Aceh Utara tersebut akan selesai pada 19 Maret 2026. Dikerjakan 24 jam nonstop, dengan 70% pekerjanya merupakan warga lokal,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Karena Ramadhan, pengerjaan dihentikan sementara waktu selama tarawih.
Safrizal berpesan kepada Pj Sekda Aceh Utara agar paling lambat tanggal 20 pagi, seluruh pengungsi di tenda sudah masuk ke huntara. Pemda harus segera membuat surat berisi instruksi pemindahan pengungsi ke huntara.