Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gubernur Kalteng bakal Rekrut Mahasiswa Jadi Stafsus, Fokus Kawal Program Strategis Daerah

Anindita Trinoviana , Jurnalis-Selasa, 31 Maret 2026 |11:54 WIB
Gubernur Kalteng bakal Rekrut Mahasiswa Jadi Stafsus, Fokus Kawal Program Strategis Daerah
Gubernur Kalteng umumkan rencana perekrutan mahasiswa sebagai staf khusus saat silaturahmi dan halal bihalal bersama BEM, OKP, dan HIMA se-Kota Palangka Raya. (Foto: dok Ist)
A
A
A

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) membuka peluang besar bagi kalangan mahasiswa untuk dapat terlibat langsung dalam pemerintahan. 

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran telah mengumumkan rencana perekrutan 17 hingga 25 mahasiswa sebagai staf khusus (stafsus) untuk mengawasi kebijakan dan program strategis pembangunan daerah. Pengumuman ini disampaikan usai kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersama BEM, OKP, dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) se-Kota Palangka Raya di Istana Isen Mulang, Minggu (29/3/2026).

Nantinya, mahasiswa yang terpilih akan ditempatkan di bawah Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida), khususnya pada bidang penelitian dan pengembangan (Litbang).

Agustiar menjelaskan, peran mahasiswa akan difokuskan untuk mengawal program unggulan pemerintah, seperti Kartu Huma Betang Sejahtera, serta berbagai kebijakan pembangunan lainnya.

Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk meredam gerakan kritis mahasiswa, melainkan mengajak mereka berkontribusi secara langsung. “Saya malah bilang ayo demo, tapi yang penting membangun. Jangan sampai energi habis tanpa solusi,” ujar Agustiar.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa juga menjadi sarana pembelajaran agar generasi muda memahami secara langsung mekanisme pemerintahan, termasuk regulasi dan batas kewenangan yang berlaku.

Menariknya, hingga kini posisi staf ahli Gubernur Kalteng masih belum terisi, sehingga kehadiran mahasiswa dinilai dapat mengisi ruang tersebut dengan semangat idealisme dan pengawasan yang konstruktif.

Agustiar menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam pembangunan daerah. Ia meyakini, idealisme mahasiswa merupakan aset penting untuk memastikan kebijakan pemerintah tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

“Mahasiswa itu masih idealis. Mereka bisa jadi pengawas kebijakan agar tetap berjalan sesuai harapan masyarakat,” tuturnya.

(Agustina Wulandari )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement