Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter

Binti Mufarida , Jurnalis-Minggu, 26 April 2026 |14:00 WIB
Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
Gunung Lewotobi Laki-Laki (Foto: PVMBG)
A
A
A

JAKARTA - Gunung Lewotobi Laki-Laki, Nusa Tenggara Timur (NTT) erupsi pada Minggu, 26 April 2026 pukul 12:57 WITA. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 2.584 m di atas permukaan laut).

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 8,8 mm dan durasi ± 5 menit 48 detik,” tulis PVMBG dalam laporannya.

PVMBG melaporkan saat ini Gunung Lewotobi Laki-Laki berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

“Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” ujarnya.

PVMBG juga meminta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

“Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-Laki agar memakai masker/penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,” imbaunya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement