Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terungkap! Trump Tiba-Tiba Tangguhkan Proyek Kebebasan di Selat Hormuz karena Dikecam Saudi

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Kamis, 07 Mei 2026 |17:38 WIB
Terungkap! Trump Tiba-Tiba Tangguhkan Proyek Kebebasan di Selat Hormuz karena Dikecam Saudi
Terungkap! Trump Tiba-Tiba Tangguhkan Proyek Kebebasan di Selat Hormuz karena Dikecam Saudi (SPA)
A
A
A

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tiba-tiba mengumumkan menghentikan  Project Freedom atau Proyek Kebebasan untuk membantu kapal melewati Selat Hormuz. Ternyata, perubahan sikap Trump ini usai mendapatkan kecaman dari Arab Saudi

1. Arab Saudi Marah

Melansir NBC News, Kamis (7/5/2026), perubahan haluan mendadak Donald Trump terkait Proyek Kebebasan setelah sekutu utama di Teluk menangguhkan kemampuan militer AS untuk menggunakan pangkalan dan wilayah udaranya untuk melaksanakan operasi tersebut. Hal ini menurut dua pejabat AS.

Trump mengejutkan sekutu-sekutu Teluk dengan mengumumkan "Proyek Kebebasan" di media sosial pada Minggu sore, kata para pejabat tersebut, yang membuat marah kepemimpinan di Arab Saudi. 

Para pejabat itu mengatakan, sebagai tanggapan, Kerajaan memberi tahu AS bahwa mereka tidak akan mengizinkan militer AS untuk menerbangkan pesawat dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan di tenggara Riyadh atau terbang melalui wilayah udara Saudi untuk mendukung upaya tersebut.

Kedua pejabat AS itu melanjutkan, panggilan telepon antara Trump dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tidak menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini, kata pejabat AS, memaksa presiden untuk menunda Proyek Kebebasan guna memulihkan akses militer AS ke wilayah udara yang penting tersebut.

Sekutu-sekutu Teluk lainnya juga terkejut; Presiden berbicara dengan para pemimpin di Qatar setelah upaya tersebut sudah dimulai.

Sebuah sumber Saudi mengatakan Trump dan putra mahkota "telah berhubungan secara teratur." 

Sumber itu menambahkan, para pejabat Saudi juga berhubungan dengan Trump, Wakil Presiden JD Vance, Komando Pusat AS, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

"Masalah dengan premis itu adalah bahwa segala sesuatunya terjadi dengan cepat secara real-time," kata sumber tersebut, saat ditanya apakah pengumuman Proyek Kebebasan mengejutkan para pemimpin Saudi. 

Sumber tersebut mengatakan Arab Saudi "sangat mendukung upaya diplomatik" oleh Pakistan untuk menengahi kesepakatan antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang.

 

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih merespons soal keterkejutan pemimpin negara Teluk soal upaya AS untuk membantu kapal-kapal melintasi Selat Hormuz.

"Sekutu regional telah diberitahu sebelumnya," kata seorang pejabat Gedung Putih. 

Seorang diplomat Timur Tengah mengatakan, AS tidak mengoordinasikan Proyek Kebebasan dengan Oman sampai setelah Trump membuat pengumuman tersebut. 
“AS membuat pengumuman dan kemudian berkoordinasi dengan kami,” kata diplomat itu. 
“Kami tidak kesal atau marah,” lanjutnya.

Trump telah mengumumkan operasi tersebut pada akhir pekan sebagai cara untuk mematahkan blokade Iran di Selat Hormuz. 

Para pemimpin keamanan nasionalnya menghabiskan sebagian besar hari Selasa membicarakan upaya tersebut dalam pengarahan publik di Pentagon dan Gedung Putih, hanya untuk kemudian presiden tiba-tiba menghentikan operasi tersebut sekitar 36 jam setelah dimulai.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement