NIGERIA - Amerika Serikat (AS) dan Nigeria mengumumkan tewasnya Abu Bilal al-Minuki, sosok yang disebut sebagai orang nomor dua dalam struktur kepemimpinan ISIS.
Presiden AS Donald Trump pertama kali menyampaikan informasi tersebut melalui unggahan media sosial pada Jumat 15 Mei 2026. Namun, ia tidak menjelaskan waktu maupun lokasi operasi militer gabungan Nigeria-AS tersebut berlangsung.
Sehari kemudian, Presiden Nigeria Bola Tinubu menyatakan al-Minuki, yang juga dikenal dengan nama Abu-Mainok, tewas bersama sejumlah letnannya dalam serangan terhadap kompleks kediamannya di kawasan Cekungan Danau Chad.
Militer Nigeria menyebut operasi tersebut sebagai “operasi udara-darat presisi yang direncanakan dengan cermat dan sangat kompleks”. Operasi dilakukan pada Sabtu 16 Mei 2026 dini hari, antara pukul 00.00 hingga 04.00 waktu setempat, di Metele, Negara Bagian Borno, wilayah timur laut Nigeria.
Wilayah Borno selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas kelompok bersenjata Boko Haram dan kelompok pecahannya, ISWAP, yang berafiliasi dengan ISIS di Provinsi Afrika Barat.
Sedikit informasi yang diketahui publik mengenai al-Minuki, yang telah masuk daftar sanksi AS sejak 2023. Sebelum berbaiat kepada ISIS pada 2015, ia diketahui merupakan salah satu tokoh penting Boko Haram.
Militer Nigeria menggambarkan al-Minuki sebagai figur strategis dan operasional penting yang mengatur berbagai aktivitas ISIS, mulai dari operasi media, perang ekonomi, hingga pengembangan senjata.
“Kematiannya menghilangkan simpul penting yang digunakan ISIS untuk mengoordinasikan dan mengarahkan operasi di berbagai wilayah dunia,” demikian pernyataan militer Nigeria, melansir Aljazeera, Minggu (17/5/2026).
Selain itu, al-Minuki disebut mengawasi operasi ISIS di kawasan Sahel dan Afrika Barat, termasuk serangan terhadap komunitas minoritas etnis dan agama. Namanya juga dikaitkan dengan penculikan lebih dari 100 siswi di Dapchi, Negara Bagian Yobe, pada 2018.
Mantan Direktur Departemen Layanan Negara Nigeria, Dennis Amachree, menilai kematian al-Minuki akan menimbulkan kekosongan besar dalam struktur kepemimpinan dan pendanaan ISWAP.
“Perkirakan akan terjadi gesekan internal terkait suksesi karena dia mengelola aliran pendanaan global dan operasi eksternal; kemampuan grup untuk memindahkan dana lintas batas, memperoleh teknologi drone canggih, dan berkoordinasi dengan unit administrasi di luar Afrika Barat akan menghadapi gesekan langsung,” katanya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.