Galih menambahkan, layanan Makkah Route diterapkan untuk mengantisipasi antrean saat jemaah tiba di Arab Saudi yang berpotensi membuat penumpukan di satu titik. Kondisi itu dinilai dapat membuat jemaah kelelahan dan tidak fokus menjalankan ibadah haji setibanya di Tanah Suci.
"Jumlah jemaah haji Indonesia sangat besar. Kita bisa bayangkan bila seluruh negara, khususnya yang jumlah jemaahnya besar, belum melakukan clearance di negara asal, maka semuanya akan berkumpul di satu atau dua titik sehingga sangat chaotic. Karena itu clearance di negara asal akan sangat membantu," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.