Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

42 Pesawat Militer AS Dilaporkan Hancur dalam Perang di Iran, Termasuk F-35

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 23 Mei 2026 |02:05 WIB
42 Pesawat Militer AS Dilaporkan Hancur dalam Perang di Iran, Termasuk F-35
Bangkai pesawat E-3 Sentry AWACS AS yang dihancurkan Iran.
A
A
A

JAKARTA – Perang Iran telah mengakibatkan hilangnya atau kerusakan 42 pesawat militer Amerika Serikat (AS), menurut laporan Kongres. Laporan ini mengungkap bahwa AS menghabiskan biaya atau mengalami kerusakan yang lebih besar dari yang dilaporkan sebelumnya terkait perang di Iran.

Dilansir Newsmax, analisis baru dari Congressional Research Service yang dirilis pada 13 Mei menggambarkan peningkatan biaya signifikan terkait dengan Operasi Epic Fury yang diluncurkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Laporan yang disusun berdasarkan pernyataan Pentagon, pengungkapan Komando Pusat AS (CENTCOM), dan pemberitaan media tersebut menemukan bahwa jet tempur, pesawat tanker, drone, helikopter, dan pesawat operasi khusus semuanya rusak atau hancur selama konflik.

Di antara kerugian tersebut adalah empat F-15E Strike Eagle, satu jet tempur F-35A Lightning II, satu pesawat serang A-10 Thunderbolt II, tujuh pesawat tanker pengisian bahan bakar udara KC-135, satu pesawat pengintai AWACS E-3 Sentry, dua pesawat operasi khusus MC-130J Commando II, satu helikopter penyelamat HH-60W, 24 drone MQ-9 Reaper, dan satu drone MQ-4C Triton.

Pentagon kini memperkirakan total biaya operasi militer telah meningkat menjadi sekitar USD29 miliar.

"Sebagian besar peningkatan itu berasal dari perkiraan yang lebih akurat tentang biaya perbaikan atau penggantian peralatan," kata Jules Hurst, penjabat sementara pengawas keuangan Pentagon, dalam kesaksiannya di hadapan Kongres bulan ini.

Beberapa insiden paling merusak terjadi selama operasi penyelamatan berisiko tinggi di dalam Iran setelah sebuah F-15E ditembak jatuh pada April. Menurut laporan tersebut, dua pesawat MC-130J yang mendukung misi tersebut harus dihancurkan secara sengaja di darat setelah tidak dapat lepas landas. Sebuah helikopter penyelamat HH-60W juga rusak akibat tembakan senjata ringan selama operasi tersebut.

Laporan tersebut juga menyoroti kerugian besar pada pesawat nirawak (drone), dengan 24 MQ-9 Reaper dilaporkan hancur sejak perang dimulai. Pesawat nirawak tersebut, yang masing-masing berharga sekitar USD30 miar dan dapat membawa hingga 16 rudal Hellfire, merupakan pukulan finansial dan operasional yang signifikan bagi pasukan AS.

 

Beberapa kerugian juga mengungkap kerentanan dalam pertahanan udara dan strategi pangkalan Amerika. Sebuah pesawat pengintai E-3 Sentry dan lima pesawat tanker KC-135 rusak selama serangan rudal dan pesawat nirawak Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi. Laporan tersebut mencatat bahwa E-3 dilaporkan diparkir di "jalur taksi yang tidak terlindungi."

Para anggota parlemen sekarang mendesak Pentagon untuk lebih transparan mengenai biaya jangka panjang perang, rencana penggantian pesawat, dan dampaknya terhadap kesiapan militer.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa kerugian yang melibatkan platform yang sudah tua tetapi penting seperti E-3 Sentry dapat menciptakan kesenjangan kemampuan bagi militer AS dan membebani basis industri Amerika karena permintaan akan pesawat dan amunisi pengganti meningkat.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement