Terkait pengadaan, ia mengungkapkan adanya pengadaan yang disinyalir tidak berhubungan dengan penerima manfaat. Salah satunya seperti kabar yang sempat viral mengenai pengadaan motor listrik dan kaus kaki dengan jumlah anggaran yang cukup fantastis.
“Dalam konteks pengadaan barang dan jasa, sempat viral di mana-mana. Semua pengadaan barang dan jasa yang dibuat oleh BGN itu tidak berkaitan langsung dengan penerima manfaat. Apa hubungannya makanan dengan motor listrik? Apa hubungannya makanan dengan kaus kaki, dan seterusnya?” ungkap dia.
Disinggung mengenai alasan mengapa tuntutan yang dilayangkan hanya penghentian sementara, ia menegaskan bahwa program MBG sendiri di sebagian wilayah justru tepat sasaran dan dinikmati langsung oleh penerima manfaat yang membutuhkan.
“Kami juga tidak bisa menafikan bahwa ada penerima manfaat yang benar-benar butuh. Karena kami sendiri pernah datang ke sekolah-sekolah, menunjukkan ada beberapa kepala sekolah yang mengatakan ‘oh iya kok, di tempat kami itu tepat’. Tapi di tempat lain, di sekolah yang lain, mereka bilang ‘nggak tepat di sini, Mas’. Ini artinya apa? Artinya kan butuh selektif. Jangan sembarangan gebyah-uyah pakai data Dapodik,” pungkas dia.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.