Lebih lanjut, Alimuddin menekankan pentingnya menempatkan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sebagai prioritas utama dalam pendistribusian program ini karena kondisi ekonomi masyarakatnya.
"Terus kemudian fokus utama lagi adalah soal daerah 3T. Karena daerah 3T ini kan mau tak mau, suka tak suka adalah mereka yang sangat membutuhkan. Apalagi mereka yang secara ekonomi itu justru lebih banyak kelas menengah ke bawah," tuturnya.
Ia juga menyoroti adanya pergeseran fokus pemerintah dari yang semula mengejar kuantitas target capaian, kini beralih ke arah peningkatan kualitas mutu makanan. Ia mengingatkan agar para mitra penyedia tidak sekadar mencari keuntungan semata.
"Dan terakhir adalah terkait dengan pergeseran dari kuantitas ke kualitas. Kalau sebelumnya kan ngejar kuantitas, banyaknya penerima, maka sekarang lebih banyak ke kualitasnya. Bagaimana caranya agar kualitas ini, seperti tadi yang dipermasalahkan misalnya, itu benar-benar bisa diselesaikan," katanya.
"Jangan sampai mitra-mitra MBG, mitra-mitra SPPG ini lebih fokus bagaimana caranya cuan, bukan fokus bagaimana menjadi mitra yang bisa memberikan gizi yang cukup kepada anak-anak kita, sehingga stunting dan ketidakfokusan belajar yang jadi masalah itu bisa diatasi dengan benar-benar," pungkas Alimuddin.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.