Manik menjelaskan, inisiatif tersebut bertujuan mendekatkan politik dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam proses pembangunan.
“Dari ruang-ruang sederhana seperti warung kopi, kita ingin membangun tradisi dialog yang lebih jujur, setara, dan membumi. Di situlah ide-ide besar tentang masa depan Jakarta bisa tumbuh dan sebagaimana partai politik hadir menjadi pabrik gagasan,” ujar Manik.
Diskusi yang diikuti masyarakat umum, pegiat komunitas, dan sejumlah pemangku kepentingan itu menjadi bagian dari upaya Partai Perindo mendorong keterlibatan publik dalam merumuskan masa depan Jakarta. Menjelang lima abad usianya, kebutuhan akan ruang dialog dan kebijakan yang lebih inklusif dinilai menjadi salah satu prasyarat agar pembangunan kota mampu menjawab tantangan yang dihadapi warga.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.