Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kejagung Tak Tahan Febrie Adriansyah Usai Diperiksa Sebagai Tersangka

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2026 |20:08 WIB
Kejagung Tak Tahan Febrie Adriansyah Usai Diperiksa Sebagai Tersangka
Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Hotman Paris di Kejagung (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak melakukan penahanan terhadap eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah usai menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hal itu disampaikan kuasa hukum Febrie Adriansyah, Hotman Paris, dalam jumpa pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (17/7/2026).

"Tidak ada penahanan (Febrie Adriansyah)," kata Hotman.

Hotman memastikan, Febrie Adriansyah diperiksa oleh penyidik Kejagung dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Menurut Hotman, Febrie dicecar belasan pertanyaan oleh penyidik.

"Diperiksa sebagai tersangka," ujar Hotman.

Dalam perkara ini, Kejagung menerima pelimpahan dua tersangka dari Polda Metro Jaya, yakni pihak swasta Don Ritto dan eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.

Kejagung juga menerbitkan tiga surat perintah penyidikan (Sprindik) baru terkait kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah.

Adapun ketiga Sprindik tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU pada PT Krakatau Steel, pengadaan batu bara PLTU untuk PLN yang mengakibatkan blackout, serta perkara ASABRI.

 

Dalam kasus ini, telah dibentuk tim khusus yang beranggotakan sembilan jaksa senior, yang mayoritas pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, Polri melakukan penggeledahan di 12 lokasi. Dalam operasi penindakan di Kafe de'Clan Signature, polisi menemukan brankas tersembunyi.

Di dalam brankas tersebut ditemukan uang tunai sebesar SGD 3.130.000 dalam pecahan SGD100, USD 889.965, serta Rp259.159.000. Jika dikonversi ke rupiah, total nilainya mencapai sekitar Rp60 miliar.

Sementara itu, dari penggeledahan sebuah rumah di kawasan Parahyangan Golf 2, Sentul, polisi menemukan emas batangan dan uang tunai yang disimpan di dalam brankas tersembunyi.

Di dalam brankas terkunci tersebut ditemukan tujuh koper berisi 74 kilogram emas batangan, USD 4.767.300, SGD 14.083.800, serta uang tunai Rp100 juta. Total nilai temuan itu diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement