Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Akan Tandatangani Perjanjian Pertahanan Trilateral

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2026 |18:39 WIB
Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Akan Tandatangani Perjanjian Pertahanan Trilateral
Ilustrasi. (Foto: Gambar buatan AI)
A
A
A

MAKKAH - Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif melakukan kunjungan ke Arab Saudi pada Jumat, (7/8/2026) untuk menghadiri KTT Pertahanan Bersama yang digelar di Makkah. Dalam pertemuan itu, ketiga negara akan meninjau kembali hubungan mereka bersama dengan sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama, dan diperkirakan akan menandatangani perjanjian pertahanan trilateral.

"Berlandaskan hubungan sejarah yang telah lama terjalin di antara ketiga negara, didasarkan pada ikatan persaudaraan dan solidaritas Islam yang abadi, serta dibangun di atas kepentingan strategis bersama dan kerja sama pertahanan yang telah lama ada, Yang Mulia Putra Mahkota, Presiden Turki, dan Perdana Menteri Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah," demikian isi pernyataan yang dilansir kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, Jumat.

"Perjanjian ini mencerminkan komitmen bersama ketiga negara untuk semakin memperkuat keamanan kolektif serta mendorong perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan maupun di luar kawasan, demi mewujudkan masa depan yang aman dan sejahtera."

Pernyataan itu menyebutkan bahwa perjanjian ini bertujuan untuk memperkuat daya tangkal kolektif terhadap segala bentuk agresi, dan menetapkan bahwa setiap serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Perjanjian ini juga mengatur peningkatan kerja sama pertahanan di segala aspek antara ketiga negara tersebut.

Ketiga negara tersebut telah menjadi sorotan spekulasi selama berbulan-bulan mengenai kemungkinan adanya aliansi strategis. Pakistan telah berperan sebagai penengah dalam upaya mengakhiri konflik Amerika Serikat (AS)-Iran, sementara Turki terus terlibat aktif dalam inisiatif diplomatik yang bertujuan mewujudkan gencatan senjata di Gaza.

Arab Saudi dan Pakistan menandatangani pakta pertahanan bilateral pada tahun 2025, yang menarik perhatian internasional karena Pakistan merupakan satu-satunya negara bersenjata nuklir di dunia Muslim.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement