Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengamat Dorong Kejagung Perkuat Reformasi di Tengah Isu Internal

Awaludin , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2026 |14:03 WIB
Pengamat Dorong Kejagung Perkuat Reformasi di Tengah Isu Internal
Kejaksaan Agung (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Dinamika isu internal yang tengah dihadapi Kejaksaan Agung (Kejagung), dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat reformasi kelembagaan sekaligus mekanisme pengawasan di tubuh institusi penegak hukum tersebut.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, mengatakan perhatian publik saat ini tertuju pada dua hal yang harus berjalan beriringan. Di satu sisi, masyarakat menginginkan proses hukum atas isu yang berkembang dilakukan secara transparan dan profesional. Di sisi lain, agenda pemberantasan korupsi tidak boleh terhenti.

"Publik tentu menginginkan dua hal berjalan secara bersamaan. Pertama, proses hukum terhadap pihak-pihak yang sedang menjadi sorotan harus dilakukan secara transparan dan profesional. Kedua, agenda besar pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti. Saya melihat Jaksa Agung berupaya menjaga keseimbangan tersebut agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi tetap terpelihara," kata Iwan dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Menurut Iwan, Jaksa Agung perlu terus memperkuat sistem pengawasan internal guna memastikan setiap aparat penegak hukum bekerja secara profesional, bersih, dan akuntabel. Pembenahan dari dalam, kata dia, menjadi fondasi penting untuk menjaga legitimasi penegakan hukum di mata publik.

"Memperkuat mekanisme pengawasan internal agar setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan aparat penegak hukum, dapat diproses secara objektif dan transparan. Penegakan hukum yang bersih harus dimulai dari pembenahan ke dalam," ujarnya.

 

Selain penguatan pengawasan internal, Iwan juga mendorong Kejaksaan Agung membangun komunikasi publik yang lebih terbuka. Menurutnya, di era keterbukaan informasi, penjelasan resmi yang jelas dan cepat diperlukan untuk menutup ruang spekulasi yang berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat.

Ia menilai kekuatan sebuah lembaga penegak hukum bukan diukur dari minimnya tekanan yang dihadapi, melainkan dari konsistensinya menjalankan tugas secara profesional di tengah berbagai tantangan.

"Saya melihat bahwa tantangan internal justru dapat menjadi momentum bagi Kejaksaan Agung untuk memperkuat reformasi kelembagaan. Yang terpenting adalah memastikan bahwa pemberantasan korupsi tetap menjadi agenda utama, karena keberanian institusi penegak hukum tidak diukur dari minimnya tekanan, tetapi dari kemampuannya tetap bekerja profesional di tengah berbagai tekanan tersebut," pungkasnya.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement