Ia menambahkan, pihak yayasan telah meminta kepolisian segera menindaklanjuti keberadaan bunker tersebut. Namun, ia menyayangkan proses penanganan yang dinilainya berjalan lambat.
"Teman-teman sudah tahu, temuan tanggal 10 Juli baru ada tindak lanjut pada tanggal 6 Agustus. Waktu itu sudah cukup lama sebenarnya untuk dilakukan tindakan oleh aparat Polres Metro Jakarta Selatan," pungkasnya.
Sebelumnya, di salah satu ruangan sekolah swasta tersebut ditemukan 995 senjata api beserta amunisi. Polisi juga menemukan sejumlah barang ilegal lainnya, seperti narkotika jenis sabu dan ganja, beberapa senjata laras panjang, serta satu kotak VCD pornografi. Seluruh temuan tersebut kini masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.