JAKARTA - Pemerintah mempercepat penanganan infrastruktur terdampak bencana dari Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Tak hanya pusat, pemerintah daerah juga diminta berperan aktif dalam upaya pemulihan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meminta jajarannya bergerak sejak fase awal bencana untuk membuka akses jalan, memulihkan air bersih, hingga memastikan fasilitas dasar kembali berfungsi. Ini terlihat dalam penanganan gempa di Flores, NTT.
Saat turun ke Nagekeo, NTT, Menteri Dody meminta pemerintah daerah segera menyampaikan titik-titik kerusakan tanpa harus menunggu seluruh proses pendataan rampung. Menurutnya, informasi awal diperlukan agar tim teknis dan alat berat dapat lebih cepat bergerak ke lokasi terdampak.
“Kami hadir pada setiap bencana, karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit. Jadi saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya. Sehingga kami bisa menurunkan tim segera, bisa berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, bisa langsung mengecek satu per satu dan langsung bekerja,” kata Dody, Sabtu (22/8/2026).
Hingga 16 Agustus, sembilan ruas jalan nasional yang terdampak gempa telah kembali fungsional. Delapan ruas berada di jalur Trans Flores dari Labuan Bajo menuju Ende dan Maumere, sementara satu lainnya ruas Ruteng-Reo-Kedindi.
Sebanyak 40 titik longsoran dan empat titik patahan badan jalan ditangani. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT mengerahkan tujuh ekskavator dan empat loader ke berbagai lokasi terdampak.
Meski akses utama dapat dibuka, petugas tetap menghadapi tantangan di sejumlah titik. Salah satunya ruas Krica-Lidi sepanjang 4,1 kilometer di Desa Pulue yang memiliki setidaknya 10 titik longsor.