Seperti dilaporkan sebelumnya, pada Minggu (30/8/2026), pasukan AS menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak; ini merupakan serangan pertama di wilayah Iran sejak akhir Juli, menurut keterangan seorang pejabat AS kepada Axios.
Operasi tersebut menyasar sistem yang diduga sedang disiapkan untuk meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke Selat Hormuz.
IRGC Iran menyatakan bahwa sejumlah kombatan dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan itu, seraya bersumpah akan memberikan balasan.
Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa informasi awal mengindikasikan serangan tersebut dilakukan menggunakan pesawat nirawak (drone).
Ketegangan antara Teheran dan Washington terus memuncak sejak konflik bermula dengan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Meskipun kesepakatan kerangka kerja telah ditandatangani pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, pada bulan Juli AS memulai kampanye pengeboman selama dua minggu dan kembali memberlakukan blokade laut akibat perbedaan pendapat mengenai navigasi di selat tersebut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.