JAKARTA - Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Selasa, (1/9/2026). Centcom menyebutkan bahwa serangan AS tersebut merupakan respons atas "upaya serangan baru-baru ini" yang dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa empat orang, termasuk seorang anak kecil, tewas dan lebih dari 50 orang lainnya terluka setelah serpihan dari serangan rudal AS tersebut menghantam sebuah rumah tempat berlangsungnya pesta pernikahan di Sirik, wilayah selatan Iran.
Sebagai tanggapan, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Irak dan Yordania, menurut laporan media pemerintah setempat dan Angkatan Bersenjata Yordania. Serangan juga dilaporkan terjadi di Kuwait dan Bahrain.
IRGC menyatakan bahwa AS akan "menyesali" serangan tersebut. Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, hingga Rabu, (2/9/2026) dini hari, pihak Iran telah meluncurkan serangkaian rudal balistik ke pangkalan Marinir AS di Aqaba, Yordania, sebagai balasan atas serangan di Sirik.
Angkatan Bersenjata Yordania menyatakan telah mencegat 13 rudal balistik; 10 di antaranya berhasil dihancurkan, sementara tiga lainnya jatuh di daerah terpencil. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat serangan dari Iran tersebut.
Pihak berwenang juga menyatakan bahwa pusat keamanan nasional negara itu sempat memperingatkan penduduk di wilayah kegubernuran Aqaba dan Mafraq mengenai kemungkinan jatuhnya serpihan, namun menambahkan bahwa peringatan tersebut kini telah dicabut.
Secara terpisah, militer Kuwait menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka sedang merespons serangan rudal Iran pada Rabu dini hari.
Menurut media pemerintah Iran, sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di Bahrain menyusul serangan dari Iran.
Saat serangan AS diumumkan pada Selasa sore, Donald Trump memperingatkan bahwa Iran akan kembali diserang dengan "tingkat yang jauh lebih keras dan lebih hebat" jika mereka melakukan pembalasan.
Serangan ini menyusul aksi militer AS terhadap Iran awal pekan ini—yang merupakan serangan pertama yang diketahui sejak akhir Juli—ketika pasukan AS menyerang dua peluncur roket di Pulau Larak di selat tersebut. Teheran membalas dengan menembakkan rudal ke pangkalan udara di Yordania dan meluncurkan pesawat nirawak (drone) ke arah UEA.
Centcom menyatakan bahwa pasukan AS mulai menyerang target-target IRGC pada pukul 12.00 waktu setempat dan telah merampungkan serangan tersebut pada Rabu dini hari.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa seorang anak berusia empat tahun termasuk di antara empat korban tewas dalam serangan di Sirik. Sementara itu, laporan lain menyebutkan adanya proyektil yang menghantam wilayah Chabahar dan Konarak serta sebuah bandara di Jiroft, disertai laporan terdengarnya suara ledakan di Pulau Qeshm dan Bandar Abbas.
AS dan Israel melancarkan serangan berskala luas terhadap Iran pada 28 Februari; Iran membalas dengan menyerang Israel, pangkalan-pangkalan AS, serta negara-negara sekutu di kawasan Teluk, sekaligus menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran.
Sebuah kesepakatan antara AS dan Iran—yang dikenal sebagai Nota Kesepahaman (MoU)—untuk memperpanjang gencatan senjata antara kedua negara telah ditandatangani pada bulan Juni.
Namun, masa berlaku kesepakatan tersebut telah berakhir, yang memicu kembali terjadinya permusuhan. Baik AS maupun Iran juga telah melepaskan tembakan ke arah kapal-kapal; Teheran menargetkan kapal-kapal yang dianggap mencoba melintasi Selat tersebut tanpa izin, sementara AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.