Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo di Rusia: Indonesia Tak Ingin Bergabung dengan Aliansi Militer Mana pun!

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 03 September 2026 |15:28 WIB
Prabowo di Rusia: Indonesia Tak Ingin Bergabung dengan Aliansi Militer Mana pun!
Presiden Prabowo Subianto (foto: tangkapan layar)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer mana pun. Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Prabowo mengatakan, Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif dengan menentukan kepentingan nasionalnya sendiri serta berkontribusi terhadap perdamaian.

“Kebijakan luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Kami menentukan kepentingan nasional kami sendiri dan kami ingin berkontribusi secara aktif terhadap perdamaian,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan, Indonesia tidak ingin terikat dalam aliansi militer, tetapi terbuka untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan berbagai negara. Hal serupa juga disampaikannya saat menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) pada 2025 lalu.

“Di SPIEF tahun lalu, saya mengatakan kepada Anda: Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer mana pun, tetapi kami ingin bergabung dengan aliansi ekonomi,” katanya.

 

Menurut Prabowo, kerja sama perdagangan bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU) merupakan bentuk kemitraan ekonomi, bukan aliansi yang ditujukan untuk melawan negara tertentu.

“FTA kita dengan Eurasian Economic Union adalah tepat seperti itu, bukan aliansi melawan siapa pun, melainkan kemitraan untuk kemakmuran semua orang,” ujarnya.

Prabowo juga menegaskan, Indonesia akan terus membangun hubungan dengan berbagai negara secara setara.

“Indonesia bekerja ke timur, barat, utara, dan selatan sebagai mitra yang berdaulat dan setara,” katanya.

Ia kemudian menekankan prinsip Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara-negara lain.

“Bagi kami, seribu teman masih terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” pungkasnya.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement