"Tujuan dari budidaya maggot ini adalah untuk mengurangi sampah organik yang membebani planet kita hingga lebih dari 50 persen. Namun, manfaat dari produk maggot BSF juga banyak, seperti minyak dan tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Jadi tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi," ujar Muamar Hasan, Praktisi BSF dari Magobox.
Ketua Tim Pengabdi BINAR MATAMU, dr. Wiji Lestari, M.Gizi, SpGK(K), mengatakan pelatihan budidaya maggot menjadi bagian penting dalam melengkapi upaya pengelolaan food waste yang telah dibangun bersama masyarakat Kelurahan Bojong Menteng sejak tahun sebelumnya.
"Duta lingkungan yang mewakili tiap RW di Kelurahan Bojong Menteng diharapkan dapat mengajak warga menerapkan strategi-strategi pencegahan dalam rangka mengurangi produksi sampah makanan. Untuk sampah makanan yang tidak dapat dihindari tetap bisa dicegah berakhir di tempat pembuangan sampah dengan mendaurnya menjadi hal lain yang berguna, salah satunya dengan budidaya maggot ini," ujar dr. Wiji Lestari.
Ke-24 peserta yang mengikuti pelatihan merupakan Duta Lingkungan yang menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ToT, mereka diharapkan tidak hanya memahami cara mengurangi food waste, tetapi juga mampu membagikan pengetahuan dan pengalaman praktik pengelolaan sampah organik, termasuk budidaya maggot, kepada warga di sekitar tempat tinggalnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.