JAKARTA - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ditandai dengan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Sejumlah kapal perang, pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, hingga kendaraan tempur amfibi didatangkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus mendukung pelaksanaan misi kemanusiaan.
Pengadaan alutsista tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan militer yang adaptif, mengingat Indonesia memiliki wilayah yang luas dan terdiri atas ribuan pulau.
Presiden Prabowo menegaskan, kekuatan TNI tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan.
“TNI adalah alat negara yang sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, menghadapi kesulitan, menghadapi masalah-masalah kepentingan masyarakat. Jadi saya kira ini akan menambah kemampuan kita. Wilayah kita sangat besar, sebesar Eropa, kemudian sekian belas ribu pulau. Udara bagi kita sangat-sangat menentukan,” ujar Prabowo dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Ia menambahkan, pembangunan kekuatan militer harus diarahkan agar TNI semakin efektif dalam menjalankan tugasnya.
“Dan yang sangat penting, semua TNI sekarang kita bangun untuk menjadi lebih efektif, tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga mengamankan dan mendukung pembangunan nasional,” katanya.