Kristomei menegaskan, operasi ini akan terus digencarkan di wilayah-wilayah yang masih berpotensi karhutla, khususnya daerah yang belum diguyur hujan. Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pemanfaatan teknologi dry ice.
“Kami bergerak secepatnya. Sesuai perintah Bapak Presiden bahwa penggunaan dry ice ini cukup efektif membantu menurunkan hujan, maka teknologi ini kita terapkan di seluruh wilayah yang masih mengalami kebakaran hutan,” tegasnya.
Selain itu, BNPB memperbarui daftar wilayah prioritas penanganan karhutla. Dari enam provinsi prioritas sebelumnya, Riau kini resmi dikeluarkan dari daftar. Sebaliknya, ada tiga provinsi baru yang dimasukkan, yaitu Papua Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur.
“Riau sudah kita keluarkan dari skala prioritas. Namun, ada tambahan tiga provinsi baru, yaitu Papua Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur, karena masih terdeteksi titik api di sana,” ungkap Kristomei.
Ia menambahkan, hasil OMC sejauh ini menunjukkan tren positif. Di Kalimantan Barat, hujan telah mengguyur 13 kabupaten. Hujan juga dilaporkan mulai turun di wilayah Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.