Lebih dari 77.000 rumah juga dilaporkan mengalami pemadaman listrik, meskipun sebagian besar pasokan listrik telah kembali normal.
Prakirawan cuaca CWA, Liu Pei-teng, mengatakan kepada Reuters bahwa kemungkinan Champi mendarat secara langsung di Taiwan belum dapat dikesampingkan. Menurut dia, badai tersebut mungkin berubah arah jika “berhenti, berputar, atau bergoyang dari sisi ke sisi” saat mendekati pulau itu.
“Jangkauan angin badai ini cukup luas, termasuk yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir,” kata Liu melansir NPR.
Ia memperingatkan pergerakan badai yang melambat dapat membuat Taiwan terpapar angin kencang dalam waktu lebih lama. Prakirawan cuaca memperkirakan radius angin topan tersebut mencapai sekitar 320 kilometer (200 mil), cukup luas untuk mencakup sebagian besar wilayah Taiwan. Dampak badai diperkirakan dapat berlangsung hampir dua hari.
Pihak berwenang mengirimkan peringatan melalui telepon seluler kepada warga di kota-kota pesisir. Peringatan itu menyebutkan potensi embusan angin melebihi 150 kilometer per jam (93 mil per jam) dan mengimbau warga mencari tempat berlindung.